Buku ini secara jujur dan mendalam membedah fenomena kemunduran spiritual yang kerap dialami oleh seorang salik atau penempuh jalan kerohanian. Keterpurukan rohani sering kali terjadi secara halus dan tidak disadari, bermula dari munculnya rasa puas diri, kelalaian dalam menjaga amaliah harian, serta pudarnya kepekaan batin. Buku ini juga menyoroti bahaya jebakan manipulasi diri—ketika seorang murid secara lahiriah tampak mengagungkan gurunya, namun secara batiniah justru menyelisih dan membelakangi ridho Mursyid. Tidak hanya mendiagnosis penyakit batin tersebut, karya ini memberikan resep spiritual dan langkah-langkah praktis untuk bangkit dari keterpurukan melalui kesadaran taubat dan pembaharuan ikatan batin (rabithah).
End of Article