Pekerjaan sosial di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari kemiskinan, pengangguran, konflik sosial, displacement, hingga fundamentalisme keagamaan. Kajian ini menegaskan bahwa praktik social work tidak dapat sekadar meniru model Barat, karena Indonesia memiliki karakter sosial, budaya, ekonomi, dan keagamaan yang berbeda. Karena itu, diperlukan pendekatan pekerjaan sosial yang kontekstual, berakar pada realitas lokal, komunitas, serta jaringan tradisional yang telah lama berfungsi sebagai sumber pertolongan sosial.
Masa depan social work di Indonesia perlu bergerak menuju model yang lebih berbasis komunitas, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pekerja sosial perlu berperan sebagai intermediator antara masyarakat, negara, lembaga sosial, dan berbagai kepentingan, sekaligus mengembangkan pusat advokasi, pelayanan akar rumput, dan perlindungan sosial yang sesuai dengan konteks lokal. Pendekatan ini juga menempatkan tokoh agama, lembaga zakat, keluarga, dan komunitas sebagai bagian penting dari ekosistem kesejahteraan sosial Indonesia.
End of Article