Transformasi dakwah sufistik di era digital terlihat melalui praktik Manaqib Online dalam komunitas Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) di Indonesia. Melalui platform seperti Zoom, YouTube, dan WhatsApp, praktik manaqib mampu mempertahankan nilai inti tasawuf sekaligus memperluas akses spiritual bagi masyarakat urban, generasi muda, serta jamaah yang terbatas oleh jarak dan kondisi fisik. Interaksi virtual antara mursyid dan murid tetap membangun ukhuwah ruhiyah, kontinuitas dzikir, dan identitas spiritual, sehingga ruang digital tidak sekadar menjadi media komunikasi, tetapi berkembang menjadi ruang baru bagi pengalaman keagamaan dan pembinaan ruhani.
Manaqib Online juga menunjukkan potensi sebagai bentuk psikoterapi Islam berbasis komunitas digital. Praktik dzikir, refleksi spiritual, narasi para wali, dan bimbingan keagamaan membantu peserta memperoleh ketenangan batin, mengurangi kecemasan, serta memperkuat ketahanan spiritual. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi Neo-Sufisme, teknologi digital, dakwah Islam, dan Islamic psychotherapy dapat melahirkan model bimbingan spiritual yang lebih inklusif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, tanpa harus kehilangan kedalaman dan otentisitas tradisi tasawuf.
End of Article